Rabu, 21 September 2022

Rebu Wekasan Betulkah Hari Turunnya Bala'

Rabu, 21 September 2022

Hari rabu terakhir pada bulan Safar dalam hitungan Hijriyah atau yang dikenal di kalangan masyarakat adalah Rebu Wekasan yang mayoritas masyarakat meyakini hari tersebut adalah hari turunya bala’.

Dalam Al Quran disebutkan terdapat hari naas terus-menerus. Mengutip dari media NU menjelaskan tentang rebu wekasan, Imam Nawawi al Bagawi dalam tafsir ma’ alim al- Tanzil menyebutkan (fi yawmi nahsin mustammir) bertepatan pada hari rabu terkhir ada bulan Safar.

Istilah yang popular dikalangan masyarakat itu yang dikenal hari naas juga terdapat dalam Hadist Nabi SAW. Rasulullah bersabda, "Akhiru Arbi’ai fi al-syahri yawmu nahsin mustammir (Rabu terakhir setiap bulan adalah hari sial terus)."

Namun Hal ini bertentangan dengan hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah berikut. "Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulan Shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa." (HR Imam Bukhari dan Muslim).
melihat sejarah dahulu Bulan Safar sejak dimasa jahiliyah kuno, termasuk bangsa Arab, diyakini sebagai bulan sial. Anggapan sial ini telah terkenal pada umat jahiliah dan sisa-sisanya masih ada di kalangan muslimin hingga sekarang.

Sementara itu, Syekh Abdul Hamid Quds, dalam kitabnya Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur, menjelaskan bahwa banyak para Wali Allah yang mempunyai pengetahuan spiritual yang tinggi (kasyaf) mengatakan bahwa pada setiap tahun, Allah swt menurunkan 320.000 macam bala bencana ke bumi dan semua itu pertama kali terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Oleh sebab itu ulama mengisyaratkan untuk sholat Sunnah mutlak dengan tatacara yang sudah dijelaskan oleh para ulama salaf.

Dengan keyakinan masyarakat yang sudah mendaging Rebu wekasan atau hari rabu terkhir di bulan safar sebagai hari bala’ justru ini membuka pintu bala’ itu sendiri. Karena hal itu semua sudah jelas dalam hadist qudsi yang bebrbunyi : "Aku (Allah) sesuai persangkaan hambaku tentang diriku." (Muttafaq ‘Alaihi)

Namun terlepas hari rabu terkhir di bulan safar sebagai turunnya bala, Rabu juga diyakini sebagai hari berkah. Sebab, sebagaimana disebut dalam hadits, bahwa cahaya diciptakan Allah swt pada hari Rabu. “Allah Yang Maha Agung menciptakan tanah di hari Sabtu,..  dan menciptakan cahaya di hari Rabu...” (HR. Muslim)

Maka dari itu kita sebagai ummat muslim yang sudah mempunya pegangan agar selalu meyakini dan selalu semua hari itu baik tergantung bagaimana kita berprasangka pada hari itu.




Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar