Selasa, 06 September 2022

4 Trik dan Cara Menghadapi DC

Selasa, 06 September 2022

 

Mengenal Istilah Debt Collector (DC) sudah terlanjur memiliki citra negatif di kalangan masyarakat, tak heran jika kebanyakan dari kita ketakutan saat mendengar kata DC tersebut. Mari kita simak cara menghadapi debt collector di bawah ini.

mengutip dari laman BFI Finance, debt collector adalah pihak ketiga yang ditunjuk oleh Lembaga Keuangan atau kreditur yang bertugas menagih tunggakan debitur yang menunggak dengan kriteria tertentu. Lantas, bagaimana cara menghadapi dept collector ketika menghubungi…..?

Tidak semua jenis utang piutang akan ditangani oleh debt collector atau DC, akan tetapi biasanya utang yang ditagih adalah utang yang sudah terlalu lama jatuh tempo yang tidak  dibayar oleh debitur.  Meski begitu, tidak semua Lembaga keuangan menggunakan jasa debt collector karena mereka memiliki peraturan yang berbeda mengenai kapan penagihan hutang dikelola oleh debt collector.

Banyak terjadi kasus yang dilakukan oleh debt collector menagih utang debitur dengan cara kasar hingga melukai debitur. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui trik dan cara menghadapi debt collector atau DC.

Apa Dasar Hukum DC

Sejauh ini Belum ada UU yang dikeluarkan oleh pemerintah di Indonesia yang mengatur tata cara penagihan utang oleh debt collector. Namun, kita bisa mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia tentang etika dan kewajiban yang harus dipatuhi Lembaga Keuangan atau jasa debt collector dalam menagih debitur wanprestasi. 

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/17/DASP Tanggal 7 Juni 2012 tentang Perubahan Pertama dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/25/DKSP Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP tanggal 13 April 2009 perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu.

Debt Collector (DC) tidak boleh menyita barang berharga yang dimiliki oleh debitur yang menunggak lama setelah jatuh tempo, karena penyitaan barnag berharga boleh dilakukan setelah putusan melalui pengadilan. Hal ini ditegaskan dalam pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Yang berbunyi

 “Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.”

Jika pihak DC tetap melakukan penyitaan tanpa ada putusan pengadilan makan pihak DC akan dikenai pasal 365 ayat 1 KUHP.

Yang berbunyi” Dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun, dihukum pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapakan atau memudahkan pencurian itu atau jika tertangkap tangan (terpergok) supaya ada kesempatan bagi dirinya sendiri atau bagi kawannya yang turut melakukan kejahatan itu akan melarikan diri atau supaya barang yang dicuri itu tetap, ada ditangannya”.

Trik dan Cara Menghadapu DC

Jika seorang DC mendatangi Anda Maka sika panda adalah

1.   Menerima kedatangannya dengan baik

2.   Tanyakan Identitas, Surat Tugas, dan Sertifikasi Debt Collector.

3.   Jelaskan kendala yang dihadapi

4.   Lakukan pembayaran segera semampunya yang telah menunggak.

Demikian informasi mengenai Trik dan Cara Menghadapi DC yang sahabatnow rangkum semoga bermanfaat.

 

 

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar