Rabu, 06 April 2022

Asal Usul Penamaan Bulan Ramadhan Beserta Artinya

Rabu, 06 April 2022


Sejak zaman dahulu, sebelum islam datang bangsa arab telah menggunakan tahun qomariyah. Hanya saja tidak semua masyarakat jahiliah di seluruh penjuru jazirah arab pada saat itu tidak sepakat menggunakan kalender tersebut.

Sehingga penamaan penanggalan mereka berbeda-beda. Meskipun demikian, mereka mengenal kalender qamariyah, dan mereka gunakan konsep ini untuk membuat penanggalan bagi suku mereka masing-masing.

Kalender qamariyah yang mereka kenal sejak zaman dahulu sama dengan kalender qamariyah yang berlaku saat ini. Dalam satu tahun ada dua belas bulan, dan awal bulan
ditentukan berdasarkan terbitnya hilal (bulan sabit pertama).

Mereka menetapkan bulan Muharram sebagai awal tahun. Mereka juga menetapkan empat bulan haram (bulan suci). Mereka menghormati bulan-bulan haram ini. Mereka jadikan empat bulan haram sebaga masa dilarangnya
berperang antar-suku dan golongan.

Kemudian, sebagian informasi menyebutkan, ada lima bulan- Rab'ul awal - akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, dan Ramadhan yang penamaannya ditetapkan berdasarkan keadaan musim yang terjadi di bulan tersebut.


- Rabi'ul awal dan akhir diambil dari kata rabi' (bahasa arab: ربيع) yang artinya semi. Karena ketika penamaan bulan Rabi' bertepatan dengan musim semi.

Jumadil Ula dan Akhirah, diambil dari kata: jamad (bahasa arab: جماد). yang artinya beku. Karena pada saat penamaan bulan ini bertepatan dengan musim dingin, dimana air membeku.

Sedangkan Ramadhan diambil dari kata Ramdha' (bahasa arab: رمضاء). yang artinya sangat panas. Karena penamaan bulan
ini bertepatan dengan musim panas.
Jadi penamaan bulan qomariyah bukan terjadi pada saat datangy agama islam melainkan sudah ada sejak zaman jahiliyah.
Semoga bermanfaat.......

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar