Minggu, 27 Maret 2022

Cara Menghadapi Suami Yang Suka Selingkuh

Minggu, 27 Maret 2022
Gambar Ilustrasi

Jika memang suami telah berzina, maka ini membutuhkan 4 orang saksi laki-laki yang adil, dan ini adalah perkara yang berat. Dalam istilah syar'i disebut 'Qadzaf" yaitu menuduh yang lain; baik itu pihak lelaki maupun perempuan-perempuan telah berzina, yaitu seseorang mengatakan, "Wahai pezina," atau ucapan lain yang dapat dipahami, yang merupakan tuduhan berzina kepada orang yang Shalihin atau baik.

Apabila ada empat orang laki-laki dari kaum muslimin yang merdeka (bukan budak) dan mereka "adil (bukan fasik) memberikan persaksian bahwa mereka melihat dzakar (kemaluan) laki-laki pada faraj (kemaluan) wanita bertemu sebagai mana "ember masuk dalam sumur", maka diperintahkan hukuman hadd zina untuk laki-laki dan perempuan tersebut. Dan ini adalah termasuk dosa besar. Dan jika tuduhan berzina tidak benar, maka pelakor qadzaf dalam hukum Islam didera 80 kali.

Baca Juga: Hukum Membakar Dupa Saat Sholawatan

Adapun jika persoalannya adalah suami diduga kuat telah berselingkuh bukan berzina, maka hal yang perlu kita lihat pertama kali adalah diri kita sendiri.

Hendaklah Anda memperhatikan diri sendiri, apakah anda sudah melaksanakan hak-hak suami dengan baik, apakah anda masih melakukan kemaksiatan-kemaksiatan. Bisa jadi perilaku buruk suami anda itu ada sebabnya, yaitu dari perbuatan anda sendiri. 

Karena musibah-musibah yang menimpa seseorang adalah dari akibat dosa-dosanya.

ika seorang istri enggan dan keberatan untuk bertahan membina hubungan keluarga bersama suami karena kefasikan atau maksiat suaminya atau faktor yang lain, sehingga suami-istri tersebut khawatir tidak mampu lagi menegakkan aturan-aturan (perintah dan larangan) Allah

Ta'ala dalam kehidupan berumahtangga, maka seorang istri bisa mengajukan khulu', meminta suami untuk menceraikannya dengan mengembalikan mahar pernikahan yang dahulu diberikan suami. Tetapi sebelum itu semua,..

Mintalah petunjuk kepada Allah Ta'ala, Dialah Yang Mahakuasa mengatur seluruh persoalan makhluk, juga musyawarahkan dulu secara ma'ruf dengan orang tua, kemudian berkomunikasi dengan suami secara baik-baik.

Tempuh dulu cara-cara agar perceraian.itu tidak terjadi dan. Jika telah melalui itu semua serta tidak memungkinkan lagi bersama, dan telah melalui sebab-sebab yang dibolehkan, maka silahkan berpisah memutuskan hubungan pernikahan dengan cara yang ma'ruf (baik).

Semoga bermanfaat....


Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar