Minggu, 16 Januari 2022

Pelaku penendang sesajen di gunung semiru mendapat perhatian Prof. Qurais syihab

Minggu, 16 Januari 2022

Beberapa hari yang lalu,ada seorang lelaki yang

melempar dan menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung

Semeru di Lumajang Jawa Timur viral di medsos . Dalam video yang beredar, tampak pelaku intoleran itu menyingkirkan beberapa sesajen sambil memekikkan takbir. Melihat hal itu, Cendekiawan Muslim Indonesia Prof. HM Quraish Shihab mengajak agar umat Islam tetap menghormati kepercayaan orang lain.

"Menghormati itu bukan berarti setuju. Itu (sudah) adatnya (orang yang berbeda keyakinan), itu kebiasaannya, itu kepercayaannya. Kenapa diganggu"' ujar Prof Quraish

dalam bincang santai dengan putrinya, Najwa Shihab, di Channel YouTube Najwa Shihab dilihat NU Online, Jumat

(14/1/2022).

Lebih lanjut, alumnus Pesantren Darul Hadis AHFaqihiyah Malang, Jawa Timur itu menjelaskan, tujuan menghormati tradisi orang berlainan keyakinan adalah untuk menjaga kerukunan lintas agama. Jika umat Islam tidak bisa menghomati keyakinan umat lain, kerukunan antarumat bakal sulit tercipta.

Mendasari argumennya, Prof Quraish mengutip Al-Qur'an

surat al-An'am ayat 108 yang artinya:

"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah. Karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan."

"Memaki saja tidak boleh, apalagi menendang," ucap Pendiri Pusat Studi Ak-Quran (PSQ) itu.

Soal praktik sesajen dinilai sebagai bentuk perbuatan syirik (menyekutukan Allah) dan konsekuensinya mendapat siksa dari Allah, lanjut Prof Quraish, itu menjadi hak prerogatif-Nya kelak di hari pambalasan. Selain itu, turun atau tidaknya murka bagi pelaku juga atas izin Allah. Manusia tidak memiliki hak untuk mengadili.

"Tidak apa-apa, nanti Tuhan yang akan menentukan di hari kemudian, apa pandangan Tuhan, keputusan Tuan terhadap mereka. Jadi mestinya, itu jangan ditendang ujar pria kelahiran Sidrap Sulsel 1944 itu.



Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar