Senin, 20 Juli 2020

Pengertian Sholawat Burdah

Senin, 20 Juli 2020

Burdah merupakan salah satu syair  yang sangat populer di kalangan nahdiyin dimana-mana sering dikumandangkan di berbagai kalangan baik dikalangan santri maupun masyarakat yang notabene berbasis NU. Syair burdah ini merupakan salah satu sholawat  khas yang sering dilaksanakan maupun pada saat terjadi suatu wabah saat melanda salah satu desa bahkan negeri, dari generasi-generasi yang terus menerus dilestarikan sehingga syair gubahan in al Bushiri (W.1295) ini mendarah daging dan merasuk kedalam jiwa mereka , sampai-sampai terlalu sulit untuk memastikan kapan awal mula munculnya tradisi tersebut.

Kemasyhuran sholawat burdah ini ternyata tidak banyak yang mengetahui arti sebenarnya. Bahkan dikalangan santri yang berada di pondok pesantren tidak banyak memahami dengan baik. salah satu bukti paling nyata dari pengenalan yang kurang tersebut adalah adanya pemahaman bahwa melantunkan syair burdah ini adalah sama dengan membaca sholawat, dalam arti membaca syair burdah secara otomatis akan mendapat pahala selayaknya membaca sholawat. Padahal jika diteliti, syair burdah tidak hanya berisi sholawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SWA. semata, melainkan juga keluhan-keluhan hati al bushiri dan beberapa petuah penting menjaga hawa nafsu. Membaca dua hal tersebut tentu tidak otomatis mendatangkan pahala sholawat, karena memang bukan sholawat. Membaca keduanya mendapat pahala atau tidak tergantung niatnya pada pembacanya. Jika pembaca bermaksud niat ibadah tentu si pembaca tersebut dapat pahala ibadah, namun jika si pembaca tidak berniat ibadah tentu tidak akan bernilai ibadah bagi pembacanya.

Pemahaman yang salah mengenai tradisi tidak bisa dipungkiri karena memang pesantren tidak terlalu akrab dengan kajian-kajian kesejarahan. Hingga sampai saat ini syair burdah belum pernh dipelajari secara utuh meliputi kandungan makna dan sejarah pengubahannya. Karena memang penjelasan atau buku tentang sejarah syair burdah tidaklah banyak sehingga sulit untuk memahami secara utuh mengenai syair burdah tersebut. Bersambung……….blog berikutnya..

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar